Jadi gue denger akhir-akhir ini katanya lagi musim banget orang-orang pake aksesoris Batu Cincin, gue sebagai orang yang selalu berusaha untuk gawul dan hupdate tentu aja ga mau ketinggalan sama tren yang satu ini. Jadi pada post kali ini gue mau cerita soal Batu Cincin yang baru gue pake selama 2 hari, sekalian mau promosi juga soalnya batu yang gue punya niatnya mau gue jual kalo ada yang berminat, alasan kenapa mau dijual padahal baru dipake 2 hari bakal gue kasih tau di akhir post.
PENAMPAKAN BATU CINCIN ANE KIRA-KIRA BEGINI GAN:
Nama batu: Cibabat
Asal batu: Desa Cibabat. Kepuluan Seribu.
Warna batu: Oranye
Ukuran: 17x8 cm
Bentuk: Persegi panjang
Ket. tambahan:
- 100% natural (u don't say)
- 100% batu keras padat.
- Bebas penyakit, bebas kapur (?)
- Gak ada karat, adanya retak. Batu ane masih mulus tanpa retakan. Semakin banyak retakan semakin murah harganya.
- Gak tembus cahaya, tapi kalo Neutrino sih tembus, gan.
- Ring nomer 18.
Khasiatnya:
- Tidak mendatangkan sial bagi si pemakai, tetapi juga tidak mendatangkan keberuntungan.
- Tidak membuat tubuh si pemakai sakit, tetapi juga tidak membuat sehat.
- Tidak memancarkan aura negatif bagi si pemakai, tetapi juga tidak memancarkan aura positif.
- Dipercaya tidak menyebabkan kehancuran rumah tangga si pemakai, tetapi juga tidak menjaga rumah tangga si pemakai agar tetap harmonis.
- Memiliki efek terhadap lawan jenis. Dapat membuat lawan jenis tertarik atau tidak tertarik terhadap si pemakai.
- Tidak mengakibatkan si pemakai merasakan perasaan negatif (depresi, tidak percaya diri), tetapi sebaliknya juga tidak.
- Tidak membuat si pemakai jadi disegani orang-orang di sekitarnya, tidak juga membuatnya diremehkan.
- Batu ini tidak pilih-pilih siapa pemakainya, misal jika dipakai si A akan mendatangkan keberuntungan, tapi ketika dipakai si B hidupnya jadi hancur. Hal itu dijamin 1000% tak akan terjadi.
- Tidak ada makhluk gaib apapun yang tinggal pada batu ini, jadi ga perlu repot-repot nyiapin kembang 7 rupa. Kembangnya bisa buat mandi atau dikasihin pacar.
- Dengan kata lain batu ini tak memiliki khasiat apa-apa, karena ini cuma batu. BATU.
Batu ini cocok dipakai oleh:
- Orang yang suka aksesoris netral (tanpa khasiat apa-apa).
- Orang yang tidak percaya khasiat memakai batu-batuan sebagai cincin.
- Orang yang merasa sudah cukup percaya diri, percaya dengan kemampuan diri sendiri.
- Orang yang merasa mampu menjalani hidup tanpa bantuan bebatuan.
- Orang yang punya jari kekar. Karena;
Alesan ane jual batu ini:
- JARI ANE PEGEL GAN
Harga batu:
- GRATIS DEH, BURUAN! JARI ANE UDAH PEGEL BANGAT INI!
Jika ada yang berminat, sila ekspresikan minat anda di kolom komentar. Atau langsung aja pergi ke toko material yang paling dekat dari tempat anda.
Salam jaman batu!
Dalam setiap kepala manusia, terdapat alam semestanya sendiri lengkap dengan planetnya masing-masing. Welcome to my planet!
Tampilkan postingan dengan label NulisBebas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NulisBebas. Tampilkan semua postingan
Jumat, 12 Desember 2014
Kamis, 27 November 2014
*ga bisa nemu judul yang tepat*
![]() |
Buat gue, ngasih nama ke sesuatu/seseorang bisa jadi masalah yang sangat serius. Kalo pake istilah internet atau bahasa meme, naming something or someone is really my 'First World Problems'.
Gue gak inget sejak kapan dan apa awalnya yang ngebikin hal sepele ini bisa jadi masalah buat gue. Cuma sekarang tiap kali gue harus ngasih nama ke sesuatu (misalnya karakter game), gue akan berusaha terlalu keras untuk nyari nama yang menurut gue bagus. Karena kalo gue rasa kurang bagus/cocok, hidup gue jadi gak nyaman (lebay). Udah beberapa kali terjadi ketika gue menghapus karakter game yang udah gue mainin gara-gara gue ngerasa nick-nya kurang bagus, haha
Sialnya, masih banyak kegiatan menamai yang gue temui selain bikin karakter game. Kayak sekarang misalnya gue harus nentuin judul post ini, atau sebelum judul post, nama blog. Dulu gue menghabiskan waktu yang lumayan lebay untuk mikirin judul blog yang mau gue buat, gue gak mau nama yang asal-asalan, minimal ada referensi terhadap sesuatu dan ada sedikit relevansi sama konten yang akan gue tulis di blog. Terkesan gue orang yang rempong ya?
Selain itu masih ada lagi, gue kan cukup aktif dalam bermusik, ketika gue selesai menulis lagu, gue harus memilih judul yang tepat, gue gak mau pake judul cheesy semacam "Untitled" atau "Belum Ada Judul", karena untitled udah terkesan gak keren lagi dan BAJ kayaknya bakal selamanya terkesan bokep. Awal masih sering ngeband dulu pun juga gue pernah berpusing ria nyari nama band yang bagus.
![]() |
| Udah pusing-pusing mikirin nama band, desain logonya bikin nama band susah dibaca = band metal. |
Sebenernya yang bikin gue khawatir dari problem ini cuma satu, yaitu pas suatu saat gue harus ngasih nama ke anak gue. Gue takut waktu 9 bulan gak cukup bagi gue dan istri gue nanti buat nentuin nama (asumsi istri gue kelak sama rempongnya soal nama). Gak mungkin kan bayi yang baru lahir dikasih label "Belum Dikasih Nama", atau karena belum nemu nama juga, akhirnya gue tang-ting-tung untuk memilih nama secara random. Kalo misal nama yang keluar koplak kayak gini kan kasian anaknya:
![]() |
| Nama orang yang di kanan bawah sungguh ironi: "Kenapa namaku begini? WHY GOD!?" |
Dan bakal mengerikan juga kalo misal suatu saat bakal terjadi percakapan begini antara gue dengan istri gue:
Istri: (Baru pulang belanja) Pa, anak kita mana?
Gue: Mati, abis papa kurang sreg sama namanya, Ma, jadi papa bunuh aja anak itu.
Istri: (Syok, menjatuhkan kantong belanjaan ke lantai)
Gue: Bikin yang baru yuk, Ma! Papa baru aja nemu nama yang bagus!
Istri: (Pingsan)
Anyway, sekarang kebayang kan betapa seriusnya masalah memberi nama bagi gue? Haha. Sekarang sih gue udah sedikit antisipasi biar gak terus nyusahin diri sendiri, misal buat nge-game, gue udah punya beberapa stok nama karakter yang gue suka, biar ga perlu pusing-pusing lagi. Gue juga udah pernah kepikiran untuk nama anak gue kelak, belum nemu yang bagus sih, tapi ya ini bukan hal yang penting lah untuk sekarang ini.
Oh iya, tapi kalo buat nama orang lain sih gue gak pernah ngerasa bermasalah, gue cuma bakal rempong urusan nama-menamai diri gue sendiri. Tapi tiap ngeliat nama-nama alay di FB, gue masih suka geregetan sendiri sih, tapi yah biarlah, setiap orang pasti pernah menjadi alay minimal sekali selama waktu hidupnya.
![]() |
| "Mb...sy nyerah, mb bacanya..." *lambai kamera |
Yahhh..gitu dehhh.
P.S: Gue baru tau ternyata ada istilah medis (atau psikologis) buat sebutan problem gue ini, namanya "Onomamania" atau "Onomatomania", deskripsinya kurang lebih orang yang maniak (terobsesi) sama nama. Sial, ternyata gue maniak.
Bonus parade meme:
Selasa, 19 Agustus 2014
Nama Nada
Suatu ketika gue lagi chatting sama cewek Finlandia, lalu ceritanya
gue pengen ngajak dia ngobrol topik yang gue suka yaitu soal musik, dan
gue pun bertanya "Hey, do you like music?" yang kemudian dia jawab
dengan sangat singkat "Who doesn't?". Gue sempet tergoda untuk jawab "I
know who doesn't...deaf people!" tapi gue urungkan karena sangat
inappropriate, selain itu karena dari jawaban dia lah gue sadar akan 2
hal; pertama, pertanyaan "Hey, do you like music?" adalah topic starter
yang buruk buat ngomongin musik, kedua, well, damn, she's right! I
mean...siapa yang gak suka musik? Semua orang yang gue kenal sampe saat
ini semua suka musik. Belum pernah gue denger kasus tentang seseorang
yang gak suka musik sampe-sampe kalo dia denger musik/lagu dia akan
tutup telinganya rapat-rapat lalu teriak minta orang-orang di sekitarnya
untuk matiin musik tersebut.
Balik
ke si cewek Finlandia, setelah sadar betapa bodohnya pertanyaan pertama
gue tadi, gue pun bertanya pertanyaan kedua yang kadar bodohnya sedikit
berkurang, gue tanya "Why do you like music?" yang kemudian dia
jawab...hmm...hey, you know what? Gue lupa akan jawaban dia, karena ini
percakapan yang udah lama banget, tapi yah, gue rasa tiap orang punya
jawabannya masing-masing soal kenapa mereka suka musik. Umumnya orang
akan bilang musik itu menyenangkan, bisa jadi teman penghibur, bisa jadi
mood-booster, bisa jadi pengingat masa-masa indah maupun sedih, bisa
bikin lupa waktu dan berbagai alasan lainnya. Keuntungan dari
mendengarkan musik terasa pada sisi psikologis kita. Musik yang baik
akan berdampak baik pada psikologis kita. Kenapa gue tulis musik yang
baik, karena di luar sana juga terdapat musik yang "gak baik" yang
tentunya akan berdampak "gak baik" pula bagi diri kita.
Buat gue pribadi, musik udah jadi dunia yang sangat deket di kehidupan gue, sangat deket sampe-sampe waktu SMP gue bercita-cita pengen bisa hidup dari musik. Well, saat ini sih gue belum bisa hidup sepenuhnya dari musik, karena dalam perjalanan gue sampe saat ini banyak hal yang gue biarin mengganggu usaha gue merintis karir di musik, selain karena buat hidup dari musik itu emang sulit. Tapi saat ini, sejauh yang gue tau, I may have given up those dreams or I'm still on my way. Karena gue masih mencintai dunia ini. Mungkin gue belum bisa hidup dari musik, tapi musik membuat gue merasa hidup. (Hey, kata-kata yang bagus!)
Gue menemukan kalo gue tipe yang terbuka akan berbagai jenis musik (genre), sama kayak ketika gue memilih teman. Gue akan kesulitan ketika ditanya genre musik apa yang paling gue suka, walaupun gue aktif di genre Pop dan Alternative Rock, gue tetep punya lagu favorit di genre Metal, Swing Jazz atau Country sekalipun. Oh ya, dan gue juga termasuk orang yang bisa "menikmati" lagu instrumental, maksudnya lagu tanpa syair yang gak ada nyanyinya, cuma bunyi-bunyian dari instrumen musik yang dimainin. Bedanya sama lagu ber-lirik atau yang ada nyanyinya, yang biasanya "kisah" yang disampein dari lagunya terbatas sama lirik atau judulnya, cerita atau "penafsiran nada" dari sebuah lagu instrumental bisa berbeda-beda tergantung siapa yang mendengarnya. Lagu instrumental itu ibarat sebuah foto tanpa caption. If a picture is worth a thousand words, then an instrumental piece is worth a million words!
Tetapi kadang ada suatu hal yang menghalangi imajinasi telinga kita ketika sedang menafsirkan sebuah lagu instrumental yang epic, suatu hal yang gue anggap misteri terbesar dari sejarah lagu instrumental, yaitu "judul".
"Judul? Kenapa judul? Bukannya tiap lagu emang ada judulnya?" mungkin lo bakal bertanya seperti ini. Tapi biasanya 'kan judul lagu diambil dari kisah yang dituangkan di syair/liriknya, atau seringnya judul lagu diambil dari sepatah kata atau sepotong bait dari lirik lagunya sendiri. Nah, ini 'kan lagu instrumental, yang notabene tanpa lirik atau nyanyi whatsoever, gimana caranya si nada punya nama? Apa kisahnya sehingga si artis memutuskan ngasih judul "blablabla" tanpa ada "blablabla" apapun di lagunya?
Tiap gue denger suatu lagu instrumental, feeling yang gue dapet ketika denger alunan nadanya kadang suka tersugesti dari judul lagunya. Apalagi kalo si artis dengan sangat jenius memberikan judul yang seolah perfect dengan nadanya. Ambil contoh lagu "Wedding Bell" dari duo gitar akustik asal Jepang Depapepe. Pertama kali gue denger lagu ini beberapa tahun silam, gue merasakan yang namanya mindblown...no, earblown, or eargasm, bukan hanya karena alunan nadanya yang indah, tapi juga karena imajinasi yang tersugesti oleh judul lagunya serasa sangat pas, seolah-olah suasana kita saat itu sedang dalam momen pernikahan. Bahkan suatu ketika gue pernah iseng mainin lagu ini di depan temen gue yang saat itu gak tau ini lagu siapa dan judulnya apa, niat awalnya cuma pengen sekedar ngasih tau lagu berkualitas, tapi ketika gue selesai main si temen gue itu bilang "Anjrit! Lagunya romantis banget! Kalo gue nikah sama cewek gue nanti, lo mau ga maenin lagu tadi di nikahan gue?". Semenjak saat itu gue kadang suka ngebayangin seandainya "Wedding Bell" dikasih judul lain, misalnya judul yang ngegambarin suasana kayak...hmm, pemakaman? Apa "rasanya" akan tetep sama?
"Wedding Bell" hanya satu contoh dari sekian banyak lagu instrumental dengan judul yang tepat, bahkan dari artis yang sama pun masih banyak lagu gitar akustik instrumental yang bagus dengan judul yang tepat pula. Tapi gak semua lagu instrumental punya judul yang tepat, banyak juga lagu bagus yang judulnya seolah-olah si artis bilang "Meh, yang penting ada judul".
Salah satu contohnya yaitu sebuah instrumental piece karya Steve Jablonsky,
beliau ini banyak nyiptain musik buat film-film papan atas hollywood
sampe video game macam The Sims 3. Nah, dari sekian banyak karya doi ada
satu lagu yang gue suka banget, aslinya soundtrack dari film yang rilis
pada tahun 2005, judul filmnya "The Island", filmnya sih sekarang udah gak terlalu diomongin, tapi soundtrack-nya yang berjudul "My Name Is Lincoln"
is so epic, mungkin kalo lo nanya sama orang yang movie geek dan suka sama soundtrack film/scoring filmnya, mereka pasti tau lagu ini. Bahkan saking epic lagu ini, sampe-sampe selain buat film aslinya,
lagu ini juga dipake buat film epic lainnya, salah satunya jadi lagu trailer dari film "Avatar".
Oke, sekarang mari kita bahas judulnya, kenapa "My Name Is Lincoln"? First of all, lagu ini soundtrack dari sebuah film, dan tokoh utama di film itu bernama Lincoln. Wow, oke, but please, Steve, your song is so epic! Kenapa gak kasih judul kayak misalnya "The Greatest Movie Soundtrack Of All Time"? Oke, cuma bercanda, menurut gue judul lagu ini somehow udah tepat, karena tiap orang yang denger akan dapet "rasa" yang berbeda-beda, gak kayak kasus "Wedding Bell", rasa yang didapat orang yang denger lagu ini gak akan "terganggu" sama judulnya, karena mereka gak terpengaruh kalo misalkan nama mereka bukan Lincoln sekalipun. Yang dicari adalah impact secara emosional yang didapat dari denger lagu itu. Buat gue pribadi, pas pertama kali denger lagu ini gue dapet feeling kayak dapet revelation, seolah-olah semua yang udah gue lakuin di hidup gue selama ini itu salah, tapi gue udah mengakui kesalahan gue, dan gue udah menemukan cara untuk hidup kedepannya dengan lebih baik, dan gue gak perlu ragu, karena gue yakin gue bisa melakukannya. Well, mungkin terkesan sedikit lebay, tapi begitulah kurang lebih gimana telinga gue menerjemahkan nada lagu ini ketika gue pertama kali denger beberapa tahun silam. Oh ya, sayangnya feeling tersebut hanya muncul sekali dan cuma bertahan selama lagu itu dimainkan. Contoh lain ada seorang Blogger yang me-review lagu ini dengan nulis "Denger lagu ini rasanya gue bisa ngelakuin apapun, bahkan mendaki gunung Everest sekalipun!". Di situs lain macam Amazon juga banyak review dari orang-orang yang mendapat efek "powerful" dari lagu ini, dan coba tebak, nama orang-orang itu bukan Lincoln.
Anyway, buat menemukan lagu instrumental itu lebih
sulit dari menemukan lagu biasa dengan lirik, karena gak banyak musisi mainstream yang merilis lagu instrumental, jadi salah satu sumber terbaik itu
dari film, dari soundtrack atau scoring film tersebut, contohnya ya kayak
"My Name Is Lincoln" tadi. Atau contoh lain, salah satu scoring film yang paling
terkenal sepanjang masa, "The Imperial March"
nya Darth Vader dari Star Wars.
Sumber lainnya buat lagu instrumental itu dari video game, pada video game banyak terdapat lagu-lagu instrumental atau yang sering disebut "BGM" atau "Background Music", mereka lagu-lagu yang biasanya menjadi latar dari sebuah Level/Stage maupun Menu dari permainan tersebut, namun cenderung terabaikan karena player lebih fokus ke permainan. Walaupun kebanyakan BGM game itu simpel, tapi gue lumayan banyak juga menemukan BGM yang bagus dari semua video games yang pernah gue mainin sampe saat ini. Contohnya kalo lo orang Indonesia yang hidup di masa-masa keemasan Playstation 1, pasti tau sama game "Harvest Moon: Back To Nature", salah satu yang paling memorable dari game ini adalah BGM pas di menu awal, tiap denger lagu ini gue langsung keinget akan sapi-sapi gue, juga istri dan anak gue yang terlantar karena gue gak pernah main game ini lagi. I'm sorry, Ann...
Tapi BGM yang paling fenomenal buat gue itu dari MMORPG Seal Online yang pernah gue mainin kurun waktu 2006-2008. Judul BGM itu "Avec Le Temps", yang mengiringi sebuah kota terbesar di dalam game. Sewaktu masih main game-nya, BGM ini hanyalah sekedar lagu biasa. Tapi kalo gue denger lagu itu sekarang, efeknya bakal kayak makna judul lagunya yang dari bahasa Perancis yang kalo diartikan kurang lebih artinya "Waktu". Yep, ketika gue denger lagu itu gue serasa terbang mengarungi waktu ke masa lalu, mengunjungi kota itu, jalan-jalan, berkenalan dengan player lain, ngobrol, dll. Gue langsung ngerasa gamesick. (plesetan dari "homesick")
Oke, so far post ini udah jadi tempat curhat gue
tentang cewek Finlandia dan kecintaan gue terhadap dunia musik. Juga
jadi tempat berbagi tentang salah satu genre musik kesukaan gue yaitu
instrumental. Tapi maksud sebenernya dari post ini adalah gue mau
promosi. Di atas gue udah cerita betapa gue deket sama dunia musik, tapi
gue deket bukan sekedar pendengar musik aja, gue sedang berusaha
menjadi pencipta musik juga, berkontribusi ke playlist lagu dari planet
bumi. Gue mulai suka nyiptain lagu sejak kelas 2 SMA, beberapa udah
berhasil gue rekam, tapi selama ini hanya gue anggap sekedar buat
kepuasan pribadi aja, gue belum pernah berusaha menyebarluaskan
karya-karya gue, hingga saat ini, gue sedang ada proyek bikin halaman
Soundcloud buat lagu-lagu ciptaan gue, sejauh ini udah ada beberapa lagu
yang berhasil gue upload, gue ngelakuin ini sebenernya hanya sekedar
mau ngetes udah seberapa jauh musikalitas gue, apa bisa isi kepala gue
diterima sama orang lain? Karena itulah gue mau "numpang" promosi lewat
blog ini, karena blog ini juga salah satu proyek gue yang lain. Oh ya,
dibilang menyebarluaskan pun juga kurang tepat, karena gue akan lebih
menyebarkan perlahan. Seandainya ada karya gue yang memang layak untuk
menyebar luas, biarkanlah si nada yang berbicara :)
Oh ya, buat halaman Soundcloud gue bisa klik dimari: soundcloud.com/12th-bridge
Yoi, gue akan mengawali karir musik gue yang baru dengan nama "12th Bridge", gak ada arti khusus, nama itu diambil dari alamat rumah gue di Bekasi, haha. Kalo ditanya kenapa gak pake nama sendiri, yah tadinya "12th Bridge" itu bakal jadi nama side project duet gue sama temen gue, tapi kemudian dia harus kerja di luar kota, jadi yaa daripada akunnya nganggur...
Anyway, terima kasih udah baca dan wish me luck guys :)
P.S: Gue mungkin akan "numpang" nge-post lirik lagu-lagu gue yang ada di Soundcloud di blog ini. Jadi mungkin beberapa post kedepan isinya bakal cuma untaian-kalimat-acak-dalam-bahasa-inggris-yang-gue-sebut-lirik.
![]() |
| "STOP SINGING 'HAKUNA MATATA'!!!" |
Buat gue pribadi, musik udah jadi dunia yang sangat deket di kehidupan gue, sangat deket sampe-sampe waktu SMP gue bercita-cita pengen bisa hidup dari musik. Well, saat ini sih gue belum bisa hidup sepenuhnya dari musik, karena dalam perjalanan gue sampe saat ini banyak hal yang gue biarin mengganggu usaha gue merintis karir di musik, selain karena buat hidup dari musik itu emang sulit. Tapi saat ini, sejauh yang gue tau, I may have given up those dreams or I'm still on my way. Karena gue masih mencintai dunia ini. Mungkin gue belum bisa hidup dari musik, tapi musik membuat gue merasa hidup. (Hey, kata-kata yang bagus!)
Gue menemukan kalo gue tipe yang terbuka akan berbagai jenis musik (genre), sama kayak ketika gue memilih teman. Gue akan kesulitan ketika ditanya genre musik apa yang paling gue suka, walaupun gue aktif di genre Pop dan Alternative Rock, gue tetep punya lagu favorit di genre Metal, Swing Jazz atau Country sekalipun. Oh ya, dan gue juga termasuk orang yang bisa "menikmati" lagu instrumental, maksudnya lagu tanpa syair yang gak ada nyanyinya, cuma bunyi-bunyian dari instrumen musik yang dimainin. Bedanya sama lagu ber-lirik atau yang ada nyanyinya, yang biasanya "kisah" yang disampein dari lagunya terbatas sama lirik atau judulnya, cerita atau "penafsiran nada" dari sebuah lagu instrumental bisa berbeda-beda tergantung siapa yang mendengarnya. Lagu instrumental itu ibarat sebuah foto tanpa caption. If a picture is worth a thousand words, then an instrumental piece is worth a million words!
Tetapi kadang ada suatu hal yang menghalangi imajinasi telinga kita ketika sedang menafsirkan sebuah lagu instrumental yang epic, suatu hal yang gue anggap misteri terbesar dari sejarah lagu instrumental, yaitu "judul".
"Judul? Kenapa judul? Bukannya tiap lagu emang ada judulnya?" mungkin lo bakal bertanya seperti ini. Tapi biasanya 'kan judul lagu diambil dari kisah yang dituangkan di syair/liriknya, atau seringnya judul lagu diambil dari sepatah kata atau sepotong bait dari lirik lagunya sendiri. Nah, ini 'kan lagu instrumental, yang notabene tanpa lirik atau nyanyi whatsoever, gimana caranya si nada punya nama? Apa kisahnya sehingga si artis memutuskan ngasih judul "blablabla" tanpa ada "blablabla" apapun di lagunya?
Tiap gue denger suatu lagu instrumental, feeling yang gue dapet ketika denger alunan nadanya kadang suka tersugesti dari judul lagunya. Apalagi kalo si artis dengan sangat jenius memberikan judul yang seolah perfect dengan nadanya. Ambil contoh lagu "Wedding Bell" dari duo gitar akustik asal Jepang Depapepe. Pertama kali gue denger lagu ini beberapa tahun silam, gue merasakan yang namanya mindblown...no, earblown, or eargasm, bukan hanya karena alunan nadanya yang indah, tapi juga karena imajinasi yang tersugesti oleh judul lagunya serasa sangat pas, seolah-olah suasana kita saat itu sedang dalam momen pernikahan. Bahkan suatu ketika gue pernah iseng mainin lagu ini di depan temen gue yang saat itu gak tau ini lagu siapa dan judulnya apa, niat awalnya cuma pengen sekedar ngasih tau lagu berkualitas, tapi ketika gue selesai main si temen gue itu bilang "Anjrit! Lagunya romantis banget! Kalo gue nikah sama cewek gue nanti, lo mau ga maenin lagu tadi di nikahan gue?". Semenjak saat itu gue kadang suka ngebayangin seandainya "Wedding Bell" dikasih judul lain, misalnya judul yang ngegambarin suasana kayak...hmm, pemakaman? Apa "rasanya" akan tetep sama?
"Wedding Bell" hanya satu contoh dari sekian banyak lagu instrumental dengan judul yang tepat, bahkan dari artis yang sama pun masih banyak lagu gitar akustik instrumental yang bagus dengan judul yang tepat pula. Tapi gak semua lagu instrumental punya judul yang tepat, banyak juga lagu bagus yang judulnya seolah-olah si artis bilang "Meh, yang penting ada judul".
![]() |
| Untitled: Judul lagu paling kreatif sepanjang masa |
Oke, sekarang mari kita bahas judulnya, kenapa "My Name Is Lincoln"? First of all, lagu ini soundtrack dari sebuah film, dan tokoh utama di film itu bernama Lincoln. Wow, oke, but please, Steve, your song is so epic! Kenapa gak kasih judul kayak misalnya "The Greatest Movie Soundtrack Of All Time"? Oke, cuma bercanda, menurut gue judul lagu ini somehow udah tepat, karena tiap orang yang denger akan dapet "rasa" yang berbeda-beda, gak kayak kasus "Wedding Bell", rasa yang didapat orang yang denger lagu ini gak akan "terganggu" sama judulnya, karena mereka gak terpengaruh kalo misalkan nama mereka bukan Lincoln sekalipun. Yang dicari adalah impact secara emosional yang didapat dari denger lagu itu. Buat gue pribadi, pas pertama kali denger lagu ini gue dapet feeling kayak dapet revelation, seolah-olah semua yang udah gue lakuin di hidup gue selama ini itu salah, tapi gue udah mengakui kesalahan gue, dan gue udah menemukan cara untuk hidup kedepannya dengan lebih baik, dan gue gak perlu ragu, karena gue yakin gue bisa melakukannya. Well, mungkin terkesan sedikit lebay, tapi begitulah kurang lebih gimana telinga gue menerjemahkan nada lagu ini ketika gue pertama kali denger beberapa tahun silam. Oh ya, sayangnya feeling tersebut hanya muncul sekali dan cuma bertahan selama lagu itu dimainkan. Contoh lain ada seorang Blogger yang me-review lagu ini dengan nulis "Denger lagu ini rasanya gue bisa ngelakuin apapun, bahkan mendaki gunung Everest sekalipun!". Di situs lain macam Amazon juga banyak review dari orang-orang yang mendapat efek "powerful" dari lagu ini, dan coba tebak, nama orang-orang itu bukan Lincoln.
![]() |
| "Shut up! The song is about me!...Yes, I'm Lincoln from the movie" |
Sumber lainnya buat lagu instrumental itu dari video game, pada video game banyak terdapat lagu-lagu instrumental atau yang sering disebut "BGM" atau "Background Music", mereka lagu-lagu yang biasanya menjadi latar dari sebuah Level/Stage maupun Menu dari permainan tersebut, namun cenderung terabaikan karena player lebih fokus ke permainan. Walaupun kebanyakan BGM game itu simpel, tapi gue lumayan banyak juga menemukan BGM yang bagus dari semua video games yang pernah gue mainin sampe saat ini. Contohnya kalo lo orang Indonesia yang hidup di masa-masa keemasan Playstation 1, pasti tau sama game "Harvest Moon: Back To Nature", salah satu yang paling memorable dari game ini adalah BGM pas di menu awal, tiap denger lagu ini gue langsung keinget akan sapi-sapi gue, juga istri dan anak gue yang terlantar karena gue gak pernah main game ini lagi. I'm sorry, Ann...
Tapi BGM yang paling fenomenal buat gue itu dari MMORPG Seal Online yang pernah gue mainin kurun waktu 2006-2008. Judul BGM itu "Avec Le Temps", yang mengiringi sebuah kota terbesar di dalam game. Sewaktu masih main game-nya, BGM ini hanyalah sekedar lagu biasa. Tapi kalo gue denger lagu itu sekarang, efeknya bakal kayak makna judul lagunya yang dari bahasa Perancis yang kalo diartikan kurang lebih artinya "Waktu". Yep, ketika gue denger lagu itu gue serasa terbang mengarungi waktu ke masa lalu, mengunjungi kota itu, jalan-jalan, berkenalan dengan player lain, ngobrol, dll. Gue langsung ngerasa gamesick. (plesetan dari "homesick")
![]() |
| "Kota itu" |
Oh ya, buat halaman Soundcloud gue bisa klik dimari: soundcloud.com/12th-bridge
Yoi, gue akan mengawali karir musik gue yang baru dengan nama "12th Bridge", gak ada arti khusus, nama itu diambil dari alamat rumah gue di Bekasi, haha. Kalo ditanya kenapa gak pake nama sendiri, yah tadinya "12th Bridge" itu bakal jadi nama side project duet gue sama temen gue, tapi kemudian dia harus kerja di luar kota, jadi yaa daripada akunnya nganggur...
Anyway, terima kasih udah baca dan wish me luck guys :)
P.S: Gue mungkin akan "numpang" nge-post lirik lagu-lagu gue yang ada di Soundcloud di blog ini. Jadi mungkin beberapa post kedepan isinya bakal cuma untaian-kalimat-acak-dalam-bahasa-inggris-yang-gue-sebut-lirik.
Sabtu, 09 Agustus 2014
Running Ovation
![]() |
Rule:
1. Asumsikan pantat kita tetap akan "bertepuk" ketika kita berlari atau berjalan.
2. Semakin cepat kita lari atau semakin kuat jejakan langkah kita ke tanah maka volume suara tepukan akan semakin kencang terdengar.
Hasil imajinasi:
- Bayangin gimana meriahnya pertandingan olahraga yang melibatkan kegiatan berlari buat atletnya. Pertandingan sepak bola di stadion tanpa penonton pun (misal klub lagi kena hukuman) akan tetap terasa meriah berkat suara tepukan penuh semangat yang berasal dari lapangan. Imbas psikologis juga akan terasa bagi atlet yang menganggap semua suara tepukan tersebut berasal dari orang-orang yang mendukung mereka (bukan dari pantat sendiri atau pantat kawan/lawan), efeknya adalah semangat mereka jadi gak habis-habis.
- Dalam lomba lari akan terdapat 2 kategori, yaitu siapa yang paling cepat sampai finish, dan siapa yang menghasilkan suara tepukan paling kuat. Selain Stopwatch, wasit juga akan membutuhkan alat pengukur volume suara yang mungkin ditempelkan di tubuh peserta agar data yang didapat tidak terlalu tercampur dengan suara tepukan lain.
- Seorang peserta pencarian bakat tampil sangat buruk sehingga membuat salah satu juri acara tersebut yang terkenal sarcastic, berdiri dari meja juri dan berjalan pelan menuju pintu keluar dengan diiringi suara tepukan pelan dari mic yang dipasang di bokongnya. Memberikan nilai lebih untuk sebuah aksi sarkasme.
- Seorang host debat capres menjadi terkenal di dunia maya karena berkali-kali mengingatkan penonton untuk tidak pergi dari tempat acara berlangsung.
![]() | ||
| "Tolong semuanya diam duduk di tempat, saya gak mau dengar ada yang tepuk pantat!" |
- Dan ketika rapat penghitungan suara hasil pilpres ada salah satu pihak yang Walk Out, dia WO sembari mengapresiasi kinerja KPU. Or being sarcastic, again.
- Acara lari pagi di jalan umum atau Car Free Day akan terdengar seperti sedang ada karnaval jalanan sedang berlangsung.
- Seorang maling yang ketahuan lalu melarikan diri sambil dikejar-kejar warga akan kesulitan menghilangkan jejak karena warga bisa "mendengar" ke arah mana si maling lari.
- Ketika lo gak sengaja melakukan hal yang keren, misalnya terpeleset kulit pisang lalu salto di udara 5 kali baru kemudian mendarat tepat di atas kedua kaki tanpa terjatuh, namun sayang gak ada orang lain yang liat betapa kerennya diri lo saat itu. Tapi ketika lo mulai berjalan lagi dan denger suara tepukan, lo merasa keren lagi.
- Bayangin saat ini sedang tengah malam dan lo sendirian di rumah lo yang bertingkat, lagi sunyi-sunyi baca blog ini tiba-tiba lo denger suara tepukan dari arah tangga. Suara tepukan itu makin lama makin kencang seiring logika lo mengingatkan kalo di rumah itu cuma ada lo seorang diri. Tapi lo berhasil mengendalikan pikiran negatif dan memberanikan diri untuk mengecek ke tangga, hanya untuk menemukan sesosok makhluk berbentuk guling sedang berusaha menaiki tangga dengan melompat-lompat. Sebelum otak lo berhasil mencerna keadaan, tatapan lo dan si guling pun bertemu, wajahnya yang hitam, rusak, dan kasar terpatri tajam di ingatan lo akan malam itu, sesudahnya yang lo ingat hanya kegelapan dan suara tepukan panik seiring lo ngibrit balik ke kemar lo. (Makhluk halus juga punya pantat 'kan? Walaupun pantat mereka belum tentu halus)
![]() |
| Makhluk Berbentuk Guling (Buat ngilangin kesan horror) |
Sebagai penutup, gue menciptakan game tantangan seru soal pantat-horizontal ini. Game tantangan ini aman dimainkan buat umur 1-90 tahun. (Syarat & ketentuan berlaku)
Syarat buat main:
1. Bisa ngomong
2. Kurang kerjaan
Cara mainnya:
1. Katakan "pantat-horizontal" dengan sangat cepat sebanyak 10x
2. Pergi ke jalan umum terdekat, lalu lakukan no.1 ke orang lewat yang gak lo kenal tanpa aba-aba apapun sebelumnya.
3. Perhatikan ekspresi orang tersebut.
4. Kalo lo dikira orang gila, itu tandanya lo menang! Yeay!
Anyway, kayaknya cukup sekian dari gue soal pantat-perpantatan ini, see you in next post :)
P.S: Gue masih di stuck di step 1, baru bisa ngucapin dengan cepet dan bener sampe 5x doang :(
![]() |
| Lo udah bisa berapa kali? |
Jumat, 01 Agustus 2014
Cinta Ini Membunuhku...Secara Harfiah
Gue dulu sering mendengar istilah "Cinta ini membunuhku!".
Biasanya istilah ini dipake buat ngegambarin hubungan cinta seseorang yang gak berjalan sesuai harapan, dan hubungan cinta itu seolah-olah bisa membunuh mereka jika terus dipertahankan walau dijalanin dengan banyak pengorbanan sekalipun. Bahkan istilah ini cukup populer sampe-sampe band rock terkenal dari USA memakai istilah ini sebagai judul salah satu lagu hits mereka.
Jadi selama ini gue tau istilah ini dan menganggapnya
hanya sebatas sebuah istilah aja, tapi tidak ketika suatu saat gue nemu artikel yang ngebahas tentang suatu
penyakit yang bernama "Takotsubo Cardiomyopathy" yang istilah populernya "Broken Heart Syndrome" atau dengan kata lain "Penyakit Cinta Ini Membunuhku".
Mungkin konsep "Cinta Yang Membunuh" ini udah pernah lo pikirin sebelumnya. Kayak misalnya seorang suami yang tega membunuh istrinya bisa dibilang "Cinta Yang Membunuh". Seorang cowok yang tewas karena kecelakaan ketika sedang pergi membeli hadiah untuk ulang tahun pacarnya bisa lah dibilang "Cinta Yang Membunuh". Hari Valentine dari perspektif seekor anjing adalah hari dimana mereka memberikan racun mematikan kepada sosok yang mereka sayangi atas nama cinta, dan ini juga bisa dibilang "Cinta Yang Membunuh".
Oke, tapi semua itu gak terjadi pada "Broken Heart Syndrome", gak
ada suami idiot, supir mabuk, atau makanan manis pencabut nyawa. Yang
sedang terjadi ada di dalam dada lo, tempat dimana konon semua perasaan
berada, yaitu jantung kita.
Menurut sumber yang gue baca, "Takotsubo Cardiomyopathy" atau "Broken Heart Syndrome" itu adalah kondisi dimana stress emosional atau fisikal yang hebat menyebabkan pelemahan otot jantung yang terjadi secara cepat. Kondisi ini biasanya terjadi ketika stress emosional karena berduka (misal: kehilangan orang yang disayang), rasa takut atau marah yang berlebihan, dan rasa terkejut (misal: kaget karena menang undian). Dan ini juga bisa terjadi ketika tubuh mengalami stress fisik seperti stroke, sesak nafas, atau pendarahan hebat. Gejala dari penyakit ini mirip dengan gejala serangan jantung, seperti dada nyeri, nafas pendek, gagal jantung dan tekanan darah rendah. Gejala ini bisa muncul hanya dalam hitungan menit atau jam setelah stress emosional atau fisikal itu terjadi.
Jadi pada "Broken Heart Syndrome" yang bermasalah itu otot jantung. Otot jantung itu penampakannya kira-kira begini:
See? Otot jantung keliatannya sangat tipis dan rapuh
seolah-olah bisa putus hanya dengan colekan jari atau dengan kalimat
"Kayaknya hubungan kita cukup sampe di sini ajah yah". Tapi yang
sebenarnya terjadi pada benang-benang tipis itu ketika "Broken Heart Syndrome" itu kira-kira kasarnya begini:
Ketika stress, tubuh kita akan memproduksi berbagai macam hormon dan protein yang tujuannya untuk membantu tubuh beradaptasi dengan keadaan stress tersebut. Misalnya ketika dikejar anjing, tubuh kita akan menghasilkan hormon adrenaline yang bisa bikin kita ada di atas pohon kelapa dengan satu lompatan. Nah, kadar hormon tersebut untuk sementara akan berlebihan dalam tubuh, dan akan mempengaruhi kinerja jantung. Bisa saja jadi mempersempit arteri sehingga menyebabkan kurangnya pasokan darah ke jantung. Atau bisa saja hormon dan protein tersebut bergabung dengan sel-sel yang ada di jantung lalu menyebabkan sel-sel tersebut gak berfungsi. Sebenernya bagaimana hormon-hormon ini mempengaruhi kinerja jantung belum diketahui secara spesifik. Tapi satu hal penting yang diketahui adalah, yaitu semua hal ini hanya terjadi sementara, dengan kata lain, setelah ditangani dengan tepat, pasien bisa sembuh total tanpa meninggalkan segala bekas di jantung mereka. Bahkan ada kemungkinan pasien akan "kebal" dari penyakit ini walaupun stress yang sama terjadi dikemudian waktu. Hal ini yang menjadi pembeda "Broken Heart Syndrome" dengan serangan jantung lainnya.
Oke, jadi intinya, "Broken Heart Syndrome" ini cuma bersifat sementara dan gak mematikan? Well, emang bener, kemungkinan penyakit ini bisa sampe pada tahap membunuh itu kecil, ditambah pula kadar "ketabahan" setiap orang dalam menghadapi stress berbeda-beda. Tapi kalo suatu saat lo dapet kabar mengejutkan yang bikin stress, terus tiba-tiba muncul gejala yang udah disebutin di atas, ada baiknya segera mengunjungi dokter. Dan kalau kabar-stress itu adalah karena lo diputusin pacar, maka segeralah move on, move on itu penting! Jangan terlalu lama nyangkut sama mantan, apalagi kalo mantannya sendiri udah move on dan punya pacar baru.
Jadi istilah "Cinta Ini Membunuhku" biarlah tetap menjadi sebuah istilah aja lah ya :)
P.S: Ketika searching gambar guling-cewek-anime di atas gue menemukan gambar yang mengejutkan. Three dudes going on triple dates with their animegirls-pillow-girlfriend!
Sumber:
Sumber
Sumber
Sumber
Gambar dari Google Images
Biasanya istilah ini dipake buat ngegambarin hubungan cinta seseorang yang gak berjalan sesuai harapan, dan hubungan cinta itu seolah-olah bisa membunuh mereka jika terus dipertahankan walau dijalanin dengan banyak pengorbanan sekalipun. Bahkan istilah ini cukup populer sampe-sampe band rock terkenal dari USA memakai istilah ini sebagai judul salah satu lagu hits mereka.
![]() | |
| "Cinta ini...membunuhkuuu" |
Mungkin konsep "Cinta Yang Membunuh" ini udah pernah lo pikirin sebelumnya. Kayak misalnya seorang suami yang tega membunuh istrinya bisa dibilang "Cinta Yang Membunuh". Seorang cowok yang tewas karena kecelakaan ketika sedang pergi membeli hadiah untuk ulang tahun pacarnya bisa lah dibilang "Cinta Yang Membunuh". Hari Valentine dari perspektif seekor anjing adalah hari dimana mereka memberikan racun mematikan kepada sosok yang mereka sayangi atas nama cinta, dan ini juga bisa dibilang "Cinta Yang Membunuh".
![]() |
| Coklat berbentuk tulang tetap gak berpengaruh, pacarnya, si Heli tetep mati keesokan harinya. |
Menurut sumber yang gue baca, "Takotsubo Cardiomyopathy" atau "Broken Heart Syndrome" itu adalah kondisi dimana stress emosional atau fisikal yang hebat menyebabkan pelemahan otot jantung yang terjadi secara cepat. Kondisi ini biasanya terjadi ketika stress emosional karena berduka (misal: kehilangan orang yang disayang), rasa takut atau marah yang berlebihan, dan rasa terkejut (misal: kaget karena menang undian). Dan ini juga bisa terjadi ketika tubuh mengalami stress fisik seperti stroke, sesak nafas, atau pendarahan hebat. Gejala dari penyakit ini mirip dengan gejala serangan jantung, seperti dada nyeri, nafas pendek, gagal jantung dan tekanan darah rendah. Gejala ini bisa muncul hanya dalam hitungan menit atau jam setelah stress emosional atau fisikal itu terjadi.
Jadi pada "Broken Heart Syndrome" yang bermasalah itu otot jantung. Otot jantung itu penampakannya kira-kira begini:
![]() |
| Siapa diantara kalian yang setelah liat gambar ini jadi keinget Pizza? |
Ketika stress, tubuh kita akan memproduksi berbagai macam hormon dan protein yang tujuannya untuk membantu tubuh beradaptasi dengan keadaan stress tersebut. Misalnya ketika dikejar anjing, tubuh kita akan menghasilkan hormon adrenaline yang bisa bikin kita ada di atas pohon kelapa dengan satu lompatan. Nah, kadar hormon tersebut untuk sementara akan berlebihan dalam tubuh, dan akan mempengaruhi kinerja jantung. Bisa saja jadi mempersempit arteri sehingga menyebabkan kurangnya pasokan darah ke jantung. Atau bisa saja hormon dan protein tersebut bergabung dengan sel-sel yang ada di jantung lalu menyebabkan sel-sel tersebut gak berfungsi. Sebenernya bagaimana hormon-hormon ini mempengaruhi kinerja jantung belum diketahui secara spesifik. Tapi satu hal penting yang diketahui adalah, yaitu semua hal ini hanya terjadi sementara, dengan kata lain, setelah ditangani dengan tepat, pasien bisa sembuh total tanpa meninggalkan segala bekas di jantung mereka. Bahkan ada kemungkinan pasien akan "kebal" dari penyakit ini walaupun stress yang sama terjadi dikemudian waktu. Hal ini yang menjadi pembeda "Broken Heart Syndrome" dengan serangan jantung lainnya.
Oke, jadi intinya, "Broken Heart Syndrome" ini cuma bersifat sementara dan gak mematikan? Well, emang bener, kemungkinan penyakit ini bisa sampe pada tahap membunuh itu kecil, ditambah pula kadar "ketabahan" setiap orang dalam menghadapi stress berbeda-beda. Tapi kalo suatu saat lo dapet kabar mengejutkan yang bikin stress, terus tiba-tiba muncul gejala yang udah disebutin di atas, ada baiknya segera mengunjungi dokter. Dan kalau kabar-stress itu adalah karena lo diputusin pacar, maka segeralah move on, move on itu penting! Jangan terlalu lama nyangkut sama mantan, apalagi kalo mantannya sendiri udah move on dan punya pacar baru.
![]() | ||||
| Apalagi kalo pacar baru si mantan wujudnya kayak gini. |
P.S: Ketika searching gambar guling-cewek-anime di atas gue menemukan gambar yang mengejutkan. Three dudes going on triple dates with their animegirls-pillow-girlfriend!
![]() |
| DAFUUUUUUUQ!!! |
Sumber:
Sumber
Sumber
Sumber
Gambar dari Google Images
Kamis, 24 Juli 2014
Apapun Bisa-Sedang Kawin-Terjadi
Anything can happen.
Anything can freaking happen.
In terms of an event. Dalam konteks kejadian, gue tipe orang yang menganggap terlalu serius konsep 'Apapun bisa terjadi'. Dari yang kemungkinan terbesar hingga yang terkecil. Ambil contoh, misalnya gue masih kebangun jam 2 pagi, terus tiba-tiba gue kepikiran sama seseorang. Gue ngebayangin kira-kira orang itu lagi ngapain saat itu. Secara logika, kemungkinan besar orang yang gue pikirin saat itu juga sedang tidur, tapi sejauh gue percaya pada konsep 'Apapun bisa terjadi', kadar logika yang gue pake waktu ngebayangin agak gue kurangin sedikit, dan semua kemungkinan kecil pun jadi terasa besar. Bisa jadi orang yang gue pikirin saat itu lagi jalan sambil tidur ngelilingin kompleks rumahnya. Atau bisa jadi orang itu lagi beraksi sama kawanan perampok karena itu merupakan kerja sambilannya. Atau yang ekstrim, bisa jadi orang itu diculik alien dan saat ini sedang berada di pesawat alien yang menuju planet asal mereka. Atau yang lebih ekstrim, bisa jadi dia saat itu sedang kebangun juga jam 2 pagi, dan tiba-tiba kepikiran gue.
Atau ambil contoh lain, misalnya gue kehilangan pensil kesayangan. Gue inget terakhir kali gue liat barang itu ada di kamar gue, tapi setelah gue cari gak ketemu. For all i know, kemungkinannya adalah: barang itu emang ada di kamar gue, gue hanya perlu mencari lebih teliti, atau barang itu ada di tempat lain yang karena gue lupa naro atau dibawa orang lain, atau barang itu keselip masuk lubang cacing kecil yang ada di udara lalu jatuh ke dimensi lain.
Oke, mungkin lo bakal menganggap gue lebay, ngapain
mikirin kemungkinan terkecil yang bahkan terlalu ngada-ngada? Well,
actually i'm doing this just for fun. Gue gak mau ngebatasin pikiran dan
imajinasi gue. Gue akan ngebiarin imajinasi gue terbang bebas menembus
segala batas logika dan akal sehat karena, you know, dari imajinasi bisa
menjadi sebuah ide, dan dari sekumpulan ide-ide yang muncul, kadang ada
satu ide emas yang layak untuk direalisasikan.
Anyway, walaupun terkesan aneh atau apapun, gue akan tetap menganggap terlalu serius konsep 'Apapun bisa terjadi', 'cause it's a good thing to know that anything could happen, so you can expect the best and the worst :)
P.S: Salam buat semua orang di luar sana yang lagi mikirin gue, atau yang lagi ada di pesawat alien.
Bonus Trivia:
- Sebuah asteroid diprediksi akan menabrak planet Bumi pada tahun 2032, tapi kemungkinannya kecil "cuma" 1 banding 63.000, dan 99.998% asteroid itu bakal miss. Tapi siapa tau asteroid itu bakal "get lucky" dan dapet kemungkinan 0.002%?
- Kemungkinan seseorang kesamber petir itu perbandingannya 1:10000 - 1 juta, tergantung sikon. Tapi ada satu orang
yang selamat setelah kesamber petir 7 kali selama masa hidupnya.
Misteri terbesarnya adalah orang itu sebenernya sangat beruntung atau
sangat sial?
- Di USA, lotre itu kerja sampingan yang cukup populer, ada satu konsep lotre namanya Mega Millions yang di website-nya bilang kemungkinan orang yang ikut lotre ini menang $ 1 juta itu 1 banding 18 juta sekian. Yang artinya lo lebih berkemungkinan besar kesamber petir dibanding menang $ 1 juta kalo ikut lotre ini.
- Kemungkinan mantan mau balikan lagi itu perbandingannya 1:1-∞ tergantung gimana putusnya dulu.
Anything can freaking happen.
In terms of an event. Dalam konteks kejadian, gue tipe orang yang menganggap terlalu serius konsep 'Apapun bisa terjadi'. Dari yang kemungkinan terbesar hingga yang terkecil. Ambil contoh, misalnya gue masih kebangun jam 2 pagi, terus tiba-tiba gue kepikiran sama seseorang. Gue ngebayangin kira-kira orang itu lagi ngapain saat itu. Secara logika, kemungkinan besar orang yang gue pikirin saat itu juga sedang tidur, tapi sejauh gue percaya pada konsep 'Apapun bisa terjadi', kadar logika yang gue pake waktu ngebayangin agak gue kurangin sedikit, dan semua kemungkinan kecil pun jadi terasa besar. Bisa jadi orang yang gue pikirin saat itu lagi jalan sambil tidur ngelilingin kompleks rumahnya. Atau bisa jadi orang itu lagi beraksi sama kawanan perampok karena itu merupakan kerja sambilannya. Atau yang ekstrim, bisa jadi orang itu diculik alien dan saat ini sedang berada di pesawat alien yang menuju planet asal mereka. Atau yang lebih ekstrim, bisa jadi dia saat itu sedang kebangun juga jam 2 pagi, dan tiba-tiba kepikiran gue.
Atau ambil contoh lain, misalnya gue kehilangan pensil kesayangan. Gue inget terakhir kali gue liat barang itu ada di kamar gue, tapi setelah gue cari gak ketemu. For all i know, kemungkinannya adalah: barang itu emang ada di kamar gue, gue hanya perlu mencari lebih teliti, atau barang itu ada di tempat lain yang karena gue lupa naro atau dibawa orang lain, atau barang itu keselip masuk lubang cacing kecil yang ada di udara lalu jatuh ke dimensi lain.
![]() |
| Atau jatuh ke Bikini Bottom |
Anyway, walaupun terkesan aneh atau apapun, gue akan tetap menganggap terlalu serius konsep 'Apapun bisa terjadi', 'cause it's a good thing to know that anything could happen, so you can expect the best and the worst :)
P.S: Salam buat semua orang di luar sana yang lagi mikirin gue, atau yang lagi ada di pesawat alien.
Bonus Trivia:
- Sebuah asteroid diprediksi akan menabrak planet Bumi pada tahun 2032, tapi kemungkinannya kecil "cuma" 1 banding 63.000, dan 99.998% asteroid itu bakal miss. Tapi siapa tau asteroid itu bakal "get lucky" dan dapet kemungkinan 0.002%?
![]() |
| Kemudian menjawab pertanyaan dimana lokasi foto ini diambil. |
- Di USA, lotre itu kerja sampingan yang cukup populer, ada satu konsep lotre namanya Mega Millions yang di website-nya bilang kemungkinan orang yang ikut lotre ini menang $ 1 juta itu 1 banding 18 juta sekian. Yang artinya lo lebih berkemungkinan besar kesamber petir dibanding menang $ 1 juta kalo ikut lotre ini.
![]() | ||
| "Akhirnya saya bisa berangkatin haji tukang bubur langganan saya!" |
![]() |
| "Maaf, sayang! Waktu itu aku belum bisa bedain kanan sama kiri!" |
First Poop
Heeey, selamat datang (kembali) di blog Cerita Dari Planet Lain! Nama gue Rifky,
penulis blog ini, umur gue saat ini 22 tahun, status gue saat ini masih
terdaftar sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Jakarta.
Gue sekarang tinggal di kota Bekasi dan gue...tunggu, kayaknya cukup
segitu dulu tentang diri gue, biarkan gue memperkenalkan diri gue
perlahan melalui posting-posting yang bakal ada di blog ini.
Anyway, soal nge-blog, semua bermula pada masa pubersitas gue, gue menemukan kalo gue suka menulis, sungguh hobi yang gak sexy buat seorang cowok dalam masa pertumbuhan. Awalnya gue sering nulis karena sebatas tugas sekolah/les, namun seiring waktu gue menulis karena gue ingin mencurahkan isi kepala gue pada saat itu. Mulai dari cerpen-cerpen (karena gue sering melamun) sampe jurnal harian (gue sempet jadi fanboy Kambing Jantan-nya Raditya Dika). Gue terus menulis selama ada ide dan kesempatan. File tulisan gue pun menumpuk di hardisk komputer gue saat itu, namun beberapa kali file gue hilang karena komputer gue yang rusak dan harus di-install ulang.
Gue belum akrab dengan internet saat itu, waktu itu internet gue anggap sebagai hiburan mewah yang dimana gue harus jalan kaki 10 menit ke warnet terdekat untuk menikmatinya. Itupun dengan waktu yang terbatas, paling-paling cuma 1 jam (faktor uang jajan anak SMP). Gue pun belum mengenal dunia indah bernama blog pada waktu itu. Gue baru kenal dan mulai nge-blog pas SMA. And this blog is actually my third blog. Ini blog ketiga gue. Blog pertama gue itu Blog-Friendster, jaman Friendster sedang berjaya di Indonesia, kira-kira tahun 2008 atau 2009. Gue baru kenal Blogger.com beberapa bulan kemudian dan di situ lah (atau di sini lah) gue bikin blog kedua gue yang sama kayak blog pertama gue yang bertema jurnal pengalaman pribadi. Setelah sempet vakum 2 tahun, sekitar tahun 2012 lahirlah blog ini, yang awalnya berisikan post bertema cerpen romantis, tapi sayang si penulisnya cuma kuat aktif 3 bulan karena ironi.
Daaan sekarang, 2 tahun kemudian (familiar pattern, eh?) gue berniat untuk menghidupkan kembali blog ini dengan kembali aktif menulis. Kangen nulis euy. Gue ngerasa kalo hasrat menulis itu selalu ada di dalam diri gue, namun gara-gara banyak gangguan, manajemen waktu yang buruk, dan mood yang beterbangan, menulis menjadi kegiatan yang sangat sulit. Ini yang lagi berusaha gue ubah, karena aslinya menulis itu kegiatan yang menyenangkan dan produktif.
Anyway, untuk ngeblog kali ini, gue belum mutusin bakal pake tema apa, kayaknya bakal bener-bener random. Anything i can write. Gue menganalogikan proses otak kita menghasilkan ide itu seperti BAB. Dengan karya/postingan sebagai kotorannya (Eww, gross!). Otak gue udah mengalami konstipasi akut selama 2 tahun ini, jadi mungkin bakal butuh waktu sampai gue bisa menghasilkan "kotoran" yang berkualitas lagi.
So here I am, semoga kali ini gue bisa konsisten jalanin blog ini.
Cheers!
P.S: Do you know how it feels when you poop again for the first time in years? Analogically i do.
Anyway, soal nge-blog, semua bermula pada masa pubersitas gue, gue menemukan kalo gue suka menulis, sungguh hobi yang gak sexy buat seorang cowok dalam masa pertumbuhan. Awalnya gue sering nulis karena sebatas tugas sekolah/les, namun seiring waktu gue menulis karena gue ingin mencurahkan isi kepala gue pada saat itu. Mulai dari cerpen-cerpen (karena gue sering melamun) sampe jurnal harian (gue sempet jadi fanboy Kambing Jantan-nya Raditya Dika). Gue terus menulis selama ada ide dan kesempatan. File tulisan gue pun menumpuk di hardisk komputer gue saat itu, namun beberapa kali file gue hilang karena komputer gue yang rusak dan harus di-install ulang.
![]() |
| Keadaan komputer gue setelah gue sadar semua file gue hilang karena install ulang. |
Gue belum akrab dengan internet saat itu, waktu itu internet gue anggap sebagai hiburan mewah yang dimana gue harus jalan kaki 10 menit ke warnet terdekat untuk menikmatinya. Itupun dengan waktu yang terbatas, paling-paling cuma 1 jam (faktor uang jajan anak SMP). Gue pun belum mengenal dunia indah bernama blog pada waktu itu. Gue baru kenal dan mulai nge-blog pas SMA. And this blog is actually my third blog. Ini blog ketiga gue. Blog pertama gue itu Blog-Friendster, jaman Friendster sedang berjaya di Indonesia, kira-kira tahun 2008 atau 2009. Gue baru kenal Blogger.com beberapa bulan kemudian dan di situ lah (atau di sini lah) gue bikin blog kedua gue yang sama kayak blog pertama gue yang bertema jurnal pengalaman pribadi. Setelah sempet vakum 2 tahun, sekitar tahun 2012 lahirlah blog ini, yang awalnya berisikan post bertema cerpen romantis, tapi sayang si penulisnya cuma kuat aktif 3 bulan karena ironi.
Daaan sekarang, 2 tahun kemudian (familiar pattern, eh?) gue berniat untuk menghidupkan kembali blog ini dengan kembali aktif menulis. Kangen nulis euy. Gue ngerasa kalo hasrat menulis itu selalu ada di dalam diri gue, namun gara-gara banyak gangguan, manajemen waktu yang buruk, dan mood yang beterbangan, menulis menjadi kegiatan yang sangat sulit. Ini yang lagi berusaha gue ubah, karena aslinya menulis itu kegiatan yang menyenangkan dan produktif.
Anyway, untuk ngeblog kali ini, gue belum mutusin bakal pake tema apa, kayaknya bakal bener-bener random. Anything i can write. Gue menganalogikan proses otak kita menghasilkan ide itu seperti BAB. Dengan karya/postingan sebagai kotorannya (Eww, gross!). Otak gue udah mengalami konstipasi akut selama 2 tahun ini, jadi mungkin bakal butuh waktu sampai gue bisa menghasilkan "kotoran" yang berkualitas lagi.
So here I am, semoga kali ini gue bisa konsisten jalanin blog ini.
Cheers!
P.S: Do you know how it feels when you poop again for the first time in years? Analogically i do.
Langganan:
Postingan (Atom)































