Dalam setiap kepala manusia, terdapat alam semestanya sendiri lengkap dengan planetnya masing-masing. Welcome to my planet!
Senin, 29 September 2014
12th Bridge - "The Best Thing" Lyrics
The Best Thing
This is something new to me
But I knew that it was coming
I won't let this chance slips away
I'll make you mine permanently
Please don't doubt me, just wait and see
When your man does what he's intended
He'll put his mind through space and time
And all those troubles are just for your smiles
I've always looked down at the time
But I'm glad that we've made this far
You are the best thing I can get on this grand living
Just cast away those question mark
There's nothing left for you to ask
Because the best thing ever happen is your loving back to me
The numbers they keep growing
The talks in your house they demanding
I'll think a perfect word to say
To make you mine permanently
Just sitback and listen closely
When your man has something to say
He's gonna say it loud and clear
And all those words aren't just to make you smile
I have already pick my time
So when you're ready, hold my hand
Because the best thing's gonna happen right away
Together we'll hold for the ride
And like the sun we'll shining bright
We are the best thing ever happen
Yeah, the best thing ever
We're the best thing ever
----------------------------------------------------------------------------------------
Sedikit cerita tentang lagunya:
Aslinya lagu ini gue ciptain buat sahabat gue. Gue terinspirasi dari situasi dia pada waktu itu yang lagi galau karena, hubungan pacaran yang udah dia jalani dari SMA akhirnya sampai pada satu titik dimana-saat ini-mereka sudah sama-sama dewasa, dan sama-sama merasa bahwa hal yang dulu terlihat sangat jauh sekarang sudah ada di depan mata. Namun keadaan belum terasa ideal karena potongan-potongan kehidupan belum terpasang rapih pada tempatnya. Tapi setidaknya situasi tersebut ngebuat dia jadi tersadar, dan setingkat lebih dewasa dibanding temen-temennya yang lain termasuk gue.
Anyway, soal musiknya, model musik begini bisa dibilang sebagai "zona nyaman" gue dalam bermusik. Musik yang gue denger dari SMP dan yang sekarang gue jadiin sebagai referensi gue dalam bermusik kebanyakan beraliran Rock. So yeah, this is my bread and butter :)
Minggu, 21 September 2014
12th Bridge - "Nightmare" Lyrics
Nightmare
You shaped perfect
As you visit my dream
You said you'd take
All things I never said
In the real life
It's a long night
In the real life
Love burnt, faded
Just to find it's breath again
Long lost faces
The moon plays with its ashes
In the long night
It's a real life
In the long night
In the real life
It's a long night
In the real life
All of the times when I'd crawl into your room
Those sleepless nights that I've spent thinking of you
They're all have been gone, 'cause I have made up my mind
I think it's time, you should go
Go
Go
You shaped perfect
As you visit my dream
You said you came
Just to be my nightmare
-----------------------------------------------------------------------------------
Sedikit cerita tentang lagunya:
"Ketika kita ingin melupakan seseorang, namun orang tersebut justru selalu "menghampiri" kita dalam mimpi. Membuat kita jadi membenci malam hari yang bagaikan kehidupan nyata yang sulit, karena mimpi tersebut tidak lagi indah, melainkan jadi mimpi buruk"
Sabtu, 13 September 2014
12th Bridge - "A Man and His Memory" Lyrics
A Man and His Memory
Oh my dream
I'm sorry that i can't make you live
But now you've gone and impossible
Life could be better if you around
Oh my heart
I'm sorry that i broke you apart
But now she's gone and never come back
You could be better if she's around
But now it's just you and me
A man and his memory
We can say that we're lonely
Aren't we?
If i could have done better
Everything here would be brighter
So it's not just you and me
Memory
Oh my memory
Oh my life
When i was a child i never
Dream of you to turned out like this
You could be better, oh you could
But i've no regret
This is what i got from what i've done
Life is like a mirror of yourself
You will see better if you show better
But now it's just you and me
A man and his memory
We can say that we're lonely
Aren't we?
If i could have done better
Everything here would be brighter
So it's not just you and me
Memory
Oh my memory
-------------------------------------------------------
Sedikit cerita tentang lagunya:
Gue punya kenalan seorang pria yang udah tua, dia hidup sebatang kara, pernah berkeluarga namun bercerai sebelum sempat punya keturunan, sekarang keluarga sedarah yang dia punya hanya kakak-kakaknya, namun mereka terpisah jarak ratusan kilometer jauhnya, ditambah usia yang sudah tua membuat perpisahan selamanya seolah dapat terjadi setiap saat. Ketika pertama gue denger kisahnya gue tersentuh, gue ngebayangin gimana rasanya jadi dia. Apa dia marah terhadap dirinya sendiri? Apa dulu dia pernah ngebayang atau bahkan meminta masa tua seperti ini? Apa dia menyesal? Seolah-olah saat ini hal yang dia miliki cuma dirinya dan pikirannya (memory-nya), yang isinya-seandainya itu hidup gue-akan penuh dengan rasa marah dan penyesalan. Moral story-nya mungkin jadi: "jangan sia-siakan masa muda, jangan sia-siakan hidupmu".
Soal musiknya, gue bereksperimen dengan gabungin elemen musik Melayu dengan genre Rock. Ditambah "Orkestra-Mini" ala gue yang ngebuat aroma Melayu jadi makin kental. Yaa menurut gue hasilnya cukup unik...atau lucu, tergantung selera lo :)
Selasa, 09 September 2014
12th Bridge - "Well, Look At Her" Lyrics
Well, Look At Her
Well look at her, she's very pretty isn't she?
I've never seen such a smile that throws me to the sea
I wonder what kind of boy that can make her heart sick
But of course it's not me or you
Well look at her, she's very happy isn't she?
Her beauty and the love she had are enough to red her cheek
And for the other boys to wake up love that has been slept
Bet that you feel it too
She's got the key to every men's heart
Just take a look by yourself
Then you'll be wicked
She's a wizard
By her voice and her charm, and her eyes that shine bright
We fall in love
Well look at her, look at how she waves her hair
As she talks and takes out every stuff that stuffed inside her bag
Then she continues to talk about a movie she was in
Oh what a lucky girl, what a lucky girl
Don't look at her, she had a boyfriend already
A singer from a jazzy band is her heart's remedy
And they talk about relationship where they are ready
That was hot on tv
She's got the key to every men's heart
Just take a look by yourself
Then you'll be wicked
She's a wizard
By her voice and her charm, and her eyes that shine bright
We fall in love
Well look at her, she's very pretty isn't she?
I've never seen such a smile that throws me to the sea
I wonder what kind of boy that can make her heart sick
But of course it's not me or you
-------------------------------------------------------------------------------
Sedikit cerita tentang lagunya:
Lagu ini udah lumayan lama gue tulis, sekitar tahun 2009. Liriknya tentang aktris pendatang baru pada waktu itu yang cukup fenomenal, selain karena emang dia itu cantik banget. Gak ada makna khusus sih di liriknya, just admiring her beauty.
Rabu, 27 Agustus 2014
12th Bridge - "Beautiful Problem" Lyrics
Beautiful Problem
Hey you, you over there
Look at me and tell me why
You are like a box of jokes that pops
Even when i touch you gently
You are cute like a fancy boot
Selfish and wet, your eyes red
When you're just tell me that i should have not
Slipped on a simple problems
But do you know that i have a greater...
But do you know that i have a better...
A better problem to handle
Of your lame excuses
I know that i can't help but by falling on your tricks
A problematic sensations
But your cute expressions
I have to admit it that you are such a beautiful problem
Oh
Look at you, you naughty cat
Played a hard round with my heart
When you turned my world upside and down
And sometimes left me frown
I'm an opposite love-agent
It's quite a troublesome for me
To play a "Guessing & Matching" game
When you're too hard to understand
But i know that i have a greater...
But i know that i have a better...
A better problem to handle
Of your lame excuses
I know that i can't help but by falling on your tricks
A problematic sensations
But your cute expressions
I have to admit it that you are such a beautiful problem
Such a beautiful problem
--------------------------------------------------------------------------
Sedikit cerita tentang lagunya:
Gue suka banget sama musik Orkestra Klasik, terutama instrumen Biola/String. Di lagu ini gue bereksperimen dengan nyoba bikin orkestra mini sebagai nada pemanis lagunya. Yah, walaupun hasilnya ngebuat lagu ini terdengar jadul banget, haha
Soal liriknya, intinya sih ini tentang konsep "Nobody's Perfect". Dalam hubungan percintaan, kadang tiap pasangan, dengan kekurangannya masing-masing, dapat menyebabkan masalah bagi satu sama lain. Kadang penyebabnya begitu sepele dan kadang satu-satunya solusi yaitu salah satu pihak harus mengerti dan mengalah. Tapi yaa masalah tersebut bisa dianggap sebagai masalah yang indah, karena salah satu tugas kita dalam cinta itu untuk saling melengkapi. :)
Selasa, 19 Agustus 2014
Nama Nada
Suatu ketika gue lagi chatting sama cewek Finlandia, lalu ceritanya
gue pengen ngajak dia ngobrol topik yang gue suka yaitu soal musik, dan
gue pun bertanya "Hey, do you like music?" yang kemudian dia jawab
dengan sangat singkat "Who doesn't?". Gue sempet tergoda untuk jawab "I
know who doesn't...deaf people!" tapi gue urungkan karena sangat
inappropriate, selain itu karena dari jawaban dia lah gue sadar akan 2
hal; pertama, pertanyaan "Hey, do you like music?" adalah topic starter
yang buruk buat ngomongin musik, kedua, well, damn, she's right! I
mean...siapa yang gak suka musik? Semua orang yang gue kenal sampe saat
ini semua suka musik. Belum pernah gue denger kasus tentang seseorang
yang gak suka musik sampe-sampe kalo dia denger musik/lagu dia akan
tutup telinganya rapat-rapat lalu teriak minta orang-orang di sekitarnya
untuk matiin musik tersebut.
Balik
ke si cewek Finlandia, setelah sadar betapa bodohnya pertanyaan pertama
gue tadi, gue pun bertanya pertanyaan kedua yang kadar bodohnya sedikit
berkurang, gue tanya "Why do you like music?" yang kemudian dia
jawab...hmm...hey, you know what? Gue lupa akan jawaban dia, karena ini
percakapan yang udah lama banget, tapi yah, gue rasa tiap orang punya
jawabannya masing-masing soal kenapa mereka suka musik. Umumnya orang
akan bilang musik itu menyenangkan, bisa jadi teman penghibur, bisa jadi
mood-booster, bisa jadi pengingat masa-masa indah maupun sedih, bisa
bikin lupa waktu dan berbagai alasan lainnya. Keuntungan dari
mendengarkan musik terasa pada sisi psikologis kita. Musik yang baik
akan berdampak baik pada psikologis kita. Kenapa gue tulis musik yang
baik, karena di luar sana juga terdapat musik yang "gak baik" yang
tentunya akan berdampak "gak baik" pula bagi diri kita.
Buat gue pribadi, musik udah jadi dunia yang sangat deket di kehidupan gue, sangat deket sampe-sampe waktu SMP gue bercita-cita pengen bisa hidup dari musik. Well, saat ini sih gue belum bisa hidup sepenuhnya dari musik, karena dalam perjalanan gue sampe saat ini banyak hal yang gue biarin mengganggu usaha gue merintis karir di musik, selain karena buat hidup dari musik itu emang sulit. Tapi saat ini, sejauh yang gue tau, I may have given up those dreams or I'm still on my way. Karena gue masih mencintai dunia ini. Mungkin gue belum bisa hidup dari musik, tapi musik membuat gue merasa hidup. (Hey, kata-kata yang bagus!)
Gue menemukan kalo gue tipe yang terbuka akan berbagai jenis musik (genre), sama kayak ketika gue memilih teman. Gue akan kesulitan ketika ditanya genre musik apa yang paling gue suka, walaupun gue aktif di genre Pop dan Alternative Rock, gue tetep punya lagu favorit di genre Metal, Swing Jazz atau Country sekalipun. Oh ya, dan gue juga termasuk orang yang bisa "menikmati" lagu instrumental, maksudnya lagu tanpa syair yang gak ada nyanyinya, cuma bunyi-bunyian dari instrumen musik yang dimainin. Bedanya sama lagu ber-lirik atau yang ada nyanyinya, yang biasanya "kisah" yang disampein dari lagunya terbatas sama lirik atau judulnya, cerita atau "penafsiran nada" dari sebuah lagu instrumental bisa berbeda-beda tergantung siapa yang mendengarnya. Lagu instrumental itu ibarat sebuah foto tanpa caption. If a picture is worth a thousand words, then an instrumental piece is worth a million words!
Tetapi kadang ada suatu hal yang menghalangi imajinasi telinga kita ketika sedang menafsirkan sebuah lagu instrumental yang epic, suatu hal yang gue anggap misteri terbesar dari sejarah lagu instrumental, yaitu "judul".
"Judul? Kenapa judul? Bukannya tiap lagu emang ada judulnya?" mungkin lo bakal bertanya seperti ini. Tapi biasanya 'kan judul lagu diambil dari kisah yang dituangkan di syair/liriknya, atau seringnya judul lagu diambil dari sepatah kata atau sepotong bait dari lirik lagunya sendiri. Nah, ini 'kan lagu instrumental, yang notabene tanpa lirik atau nyanyi whatsoever, gimana caranya si nada punya nama? Apa kisahnya sehingga si artis memutuskan ngasih judul "blablabla" tanpa ada "blablabla" apapun di lagunya?
Tiap gue denger suatu lagu instrumental, feeling yang gue dapet ketika denger alunan nadanya kadang suka tersugesti dari judul lagunya. Apalagi kalo si artis dengan sangat jenius memberikan judul yang seolah perfect dengan nadanya. Ambil contoh lagu "Wedding Bell" dari duo gitar akustik asal Jepang Depapepe. Pertama kali gue denger lagu ini beberapa tahun silam, gue merasakan yang namanya mindblown...no, earblown, or eargasm, bukan hanya karena alunan nadanya yang indah, tapi juga karena imajinasi yang tersugesti oleh judul lagunya serasa sangat pas, seolah-olah suasana kita saat itu sedang dalam momen pernikahan. Bahkan suatu ketika gue pernah iseng mainin lagu ini di depan temen gue yang saat itu gak tau ini lagu siapa dan judulnya apa, niat awalnya cuma pengen sekedar ngasih tau lagu berkualitas, tapi ketika gue selesai main si temen gue itu bilang "Anjrit! Lagunya romantis banget! Kalo gue nikah sama cewek gue nanti, lo mau ga maenin lagu tadi di nikahan gue?". Semenjak saat itu gue kadang suka ngebayangin seandainya "Wedding Bell" dikasih judul lain, misalnya judul yang ngegambarin suasana kayak...hmm, pemakaman? Apa "rasanya" akan tetep sama?
"Wedding Bell" hanya satu contoh dari sekian banyak lagu instrumental dengan judul yang tepat, bahkan dari artis yang sama pun masih banyak lagu gitar akustik instrumental yang bagus dengan judul yang tepat pula. Tapi gak semua lagu instrumental punya judul yang tepat, banyak juga lagu bagus yang judulnya seolah-olah si artis bilang "Meh, yang penting ada judul".
Salah satu contohnya yaitu sebuah instrumental piece karya Steve Jablonsky,
beliau ini banyak nyiptain musik buat film-film papan atas hollywood
sampe video game macam The Sims 3. Nah, dari sekian banyak karya doi ada
satu lagu yang gue suka banget, aslinya soundtrack dari film yang rilis
pada tahun 2005, judul filmnya "The Island", filmnya sih sekarang udah gak terlalu diomongin, tapi soundtrack-nya yang berjudul "My Name Is Lincoln"
is so epic, mungkin kalo lo nanya sama orang yang movie geek dan suka sama soundtrack film/scoring filmnya, mereka pasti tau lagu ini. Bahkan saking epic lagu ini, sampe-sampe selain buat film aslinya,
lagu ini juga dipake buat film epic lainnya, salah satunya jadi lagu trailer dari film "Avatar".
Oke, sekarang mari kita bahas judulnya, kenapa "My Name Is Lincoln"? First of all, lagu ini soundtrack dari sebuah film, dan tokoh utama di film itu bernama Lincoln. Wow, oke, but please, Steve, your song is so epic! Kenapa gak kasih judul kayak misalnya "The Greatest Movie Soundtrack Of All Time"? Oke, cuma bercanda, menurut gue judul lagu ini somehow udah tepat, karena tiap orang yang denger akan dapet "rasa" yang berbeda-beda, gak kayak kasus "Wedding Bell", rasa yang didapat orang yang denger lagu ini gak akan "terganggu" sama judulnya, karena mereka gak terpengaruh kalo misalkan nama mereka bukan Lincoln sekalipun. Yang dicari adalah impact secara emosional yang didapat dari denger lagu itu. Buat gue pribadi, pas pertama kali denger lagu ini gue dapet feeling kayak dapet revelation, seolah-olah semua yang udah gue lakuin di hidup gue selama ini itu salah, tapi gue udah mengakui kesalahan gue, dan gue udah menemukan cara untuk hidup kedepannya dengan lebih baik, dan gue gak perlu ragu, karena gue yakin gue bisa melakukannya. Well, mungkin terkesan sedikit lebay, tapi begitulah kurang lebih gimana telinga gue menerjemahkan nada lagu ini ketika gue pertama kali denger beberapa tahun silam. Oh ya, sayangnya feeling tersebut hanya muncul sekali dan cuma bertahan selama lagu itu dimainkan. Contoh lain ada seorang Blogger yang me-review lagu ini dengan nulis "Denger lagu ini rasanya gue bisa ngelakuin apapun, bahkan mendaki gunung Everest sekalipun!". Di situs lain macam Amazon juga banyak review dari orang-orang yang mendapat efek "powerful" dari lagu ini, dan coba tebak, nama orang-orang itu bukan Lincoln.
Anyway, buat menemukan lagu instrumental itu lebih
sulit dari menemukan lagu biasa dengan lirik, karena gak banyak musisi mainstream yang merilis lagu instrumental, jadi salah satu sumber terbaik itu
dari film, dari soundtrack atau scoring film tersebut, contohnya ya kayak
"My Name Is Lincoln" tadi. Atau contoh lain, salah satu scoring film yang paling
terkenal sepanjang masa, "The Imperial March"
nya Darth Vader dari Star Wars.
Sumber lainnya buat lagu instrumental itu dari video game, pada video game banyak terdapat lagu-lagu instrumental atau yang sering disebut "BGM" atau "Background Music", mereka lagu-lagu yang biasanya menjadi latar dari sebuah Level/Stage maupun Menu dari permainan tersebut, namun cenderung terabaikan karena player lebih fokus ke permainan. Walaupun kebanyakan BGM game itu simpel, tapi gue lumayan banyak juga menemukan BGM yang bagus dari semua video games yang pernah gue mainin sampe saat ini. Contohnya kalo lo orang Indonesia yang hidup di masa-masa keemasan Playstation 1, pasti tau sama game "Harvest Moon: Back To Nature", salah satu yang paling memorable dari game ini adalah BGM pas di menu awal, tiap denger lagu ini gue langsung keinget akan sapi-sapi gue, juga istri dan anak gue yang terlantar karena gue gak pernah main game ini lagi. I'm sorry, Ann...
Tapi BGM yang paling fenomenal buat gue itu dari MMORPG Seal Online yang pernah gue mainin kurun waktu 2006-2008. Judul BGM itu "Avec Le Temps", yang mengiringi sebuah kota terbesar di dalam game. Sewaktu masih main game-nya, BGM ini hanyalah sekedar lagu biasa. Tapi kalo gue denger lagu itu sekarang, efeknya bakal kayak makna judul lagunya yang dari bahasa Perancis yang kalo diartikan kurang lebih artinya "Waktu". Yep, ketika gue denger lagu itu gue serasa terbang mengarungi waktu ke masa lalu, mengunjungi kota itu, jalan-jalan, berkenalan dengan player lain, ngobrol, dll. Gue langsung ngerasa gamesick. (plesetan dari "homesick")
Oke, so far post ini udah jadi tempat curhat gue
tentang cewek Finlandia dan kecintaan gue terhadap dunia musik. Juga
jadi tempat berbagi tentang salah satu genre musik kesukaan gue yaitu
instrumental. Tapi maksud sebenernya dari post ini adalah gue mau
promosi. Di atas gue udah cerita betapa gue deket sama dunia musik, tapi
gue deket bukan sekedar pendengar musik aja, gue sedang berusaha
menjadi pencipta musik juga, berkontribusi ke playlist lagu dari planet
bumi. Gue mulai suka nyiptain lagu sejak kelas 2 SMA, beberapa udah
berhasil gue rekam, tapi selama ini hanya gue anggap sekedar buat
kepuasan pribadi aja, gue belum pernah berusaha menyebarluaskan
karya-karya gue, hingga saat ini, gue sedang ada proyek bikin halaman
Soundcloud buat lagu-lagu ciptaan gue, sejauh ini udah ada beberapa lagu
yang berhasil gue upload, gue ngelakuin ini sebenernya hanya sekedar
mau ngetes udah seberapa jauh musikalitas gue, apa bisa isi kepala gue
diterima sama orang lain? Karena itulah gue mau "numpang" promosi lewat
blog ini, karena blog ini juga salah satu proyek gue yang lain. Oh ya,
dibilang menyebarluaskan pun juga kurang tepat, karena gue akan lebih
menyebarkan perlahan. Seandainya ada karya gue yang memang layak untuk
menyebar luas, biarkanlah si nada yang berbicara :)
Oh ya, buat halaman Soundcloud gue bisa klik dimari: soundcloud.com/12th-bridge
Yoi, gue akan mengawali karir musik gue yang baru dengan nama "12th Bridge", gak ada arti khusus, nama itu diambil dari alamat rumah gue di Bekasi, haha. Kalo ditanya kenapa gak pake nama sendiri, yah tadinya "12th Bridge" itu bakal jadi nama side project duet gue sama temen gue, tapi kemudian dia harus kerja di luar kota, jadi yaa daripada akunnya nganggur...
Anyway, terima kasih udah baca dan wish me luck guys :)
P.S: Gue mungkin akan "numpang" nge-post lirik lagu-lagu gue yang ada di Soundcloud di blog ini. Jadi mungkin beberapa post kedepan isinya bakal cuma untaian-kalimat-acak-dalam-bahasa-inggris-yang-gue-sebut-lirik.
![]() |
| "STOP SINGING 'HAKUNA MATATA'!!!" |
Buat gue pribadi, musik udah jadi dunia yang sangat deket di kehidupan gue, sangat deket sampe-sampe waktu SMP gue bercita-cita pengen bisa hidup dari musik. Well, saat ini sih gue belum bisa hidup sepenuhnya dari musik, karena dalam perjalanan gue sampe saat ini banyak hal yang gue biarin mengganggu usaha gue merintis karir di musik, selain karena buat hidup dari musik itu emang sulit. Tapi saat ini, sejauh yang gue tau, I may have given up those dreams or I'm still on my way. Karena gue masih mencintai dunia ini. Mungkin gue belum bisa hidup dari musik, tapi musik membuat gue merasa hidup. (Hey, kata-kata yang bagus!)
Gue menemukan kalo gue tipe yang terbuka akan berbagai jenis musik (genre), sama kayak ketika gue memilih teman. Gue akan kesulitan ketika ditanya genre musik apa yang paling gue suka, walaupun gue aktif di genre Pop dan Alternative Rock, gue tetep punya lagu favorit di genre Metal, Swing Jazz atau Country sekalipun. Oh ya, dan gue juga termasuk orang yang bisa "menikmati" lagu instrumental, maksudnya lagu tanpa syair yang gak ada nyanyinya, cuma bunyi-bunyian dari instrumen musik yang dimainin. Bedanya sama lagu ber-lirik atau yang ada nyanyinya, yang biasanya "kisah" yang disampein dari lagunya terbatas sama lirik atau judulnya, cerita atau "penafsiran nada" dari sebuah lagu instrumental bisa berbeda-beda tergantung siapa yang mendengarnya. Lagu instrumental itu ibarat sebuah foto tanpa caption. If a picture is worth a thousand words, then an instrumental piece is worth a million words!
Tetapi kadang ada suatu hal yang menghalangi imajinasi telinga kita ketika sedang menafsirkan sebuah lagu instrumental yang epic, suatu hal yang gue anggap misteri terbesar dari sejarah lagu instrumental, yaitu "judul".
"Judul? Kenapa judul? Bukannya tiap lagu emang ada judulnya?" mungkin lo bakal bertanya seperti ini. Tapi biasanya 'kan judul lagu diambil dari kisah yang dituangkan di syair/liriknya, atau seringnya judul lagu diambil dari sepatah kata atau sepotong bait dari lirik lagunya sendiri. Nah, ini 'kan lagu instrumental, yang notabene tanpa lirik atau nyanyi whatsoever, gimana caranya si nada punya nama? Apa kisahnya sehingga si artis memutuskan ngasih judul "blablabla" tanpa ada "blablabla" apapun di lagunya?
Tiap gue denger suatu lagu instrumental, feeling yang gue dapet ketika denger alunan nadanya kadang suka tersugesti dari judul lagunya. Apalagi kalo si artis dengan sangat jenius memberikan judul yang seolah perfect dengan nadanya. Ambil contoh lagu "Wedding Bell" dari duo gitar akustik asal Jepang Depapepe. Pertama kali gue denger lagu ini beberapa tahun silam, gue merasakan yang namanya mindblown...no, earblown, or eargasm, bukan hanya karena alunan nadanya yang indah, tapi juga karena imajinasi yang tersugesti oleh judul lagunya serasa sangat pas, seolah-olah suasana kita saat itu sedang dalam momen pernikahan. Bahkan suatu ketika gue pernah iseng mainin lagu ini di depan temen gue yang saat itu gak tau ini lagu siapa dan judulnya apa, niat awalnya cuma pengen sekedar ngasih tau lagu berkualitas, tapi ketika gue selesai main si temen gue itu bilang "Anjrit! Lagunya romantis banget! Kalo gue nikah sama cewek gue nanti, lo mau ga maenin lagu tadi di nikahan gue?". Semenjak saat itu gue kadang suka ngebayangin seandainya "Wedding Bell" dikasih judul lain, misalnya judul yang ngegambarin suasana kayak...hmm, pemakaman? Apa "rasanya" akan tetep sama?
"Wedding Bell" hanya satu contoh dari sekian banyak lagu instrumental dengan judul yang tepat, bahkan dari artis yang sama pun masih banyak lagu gitar akustik instrumental yang bagus dengan judul yang tepat pula. Tapi gak semua lagu instrumental punya judul yang tepat, banyak juga lagu bagus yang judulnya seolah-olah si artis bilang "Meh, yang penting ada judul".
![]() |
| Untitled: Judul lagu paling kreatif sepanjang masa |
Oke, sekarang mari kita bahas judulnya, kenapa "My Name Is Lincoln"? First of all, lagu ini soundtrack dari sebuah film, dan tokoh utama di film itu bernama Lincoln. Wow, oke, but please, Steve, your song is so epic! Kenapa gak kasih judul kayak misalnya "The Greatest Movie Soundtrack Of All Time"? Oke, cuma bercanda, menurut gue judul lagu ini somehow udah tepat, karena tiap orang yang denger akan dapet "rasa" yang berbeda-beda, gak kayak kasus "Wedding Bell", rasa yang didapat orang yang denger lagu ini gak akan "terganggu" sama judulnya, karena mereka gak terpengaruh kalo misalkan nama mereka bukan Lincoln sekalipun. Yang dicari adalah impact secara emosional yang didapat dari denger lagu itu. Buat gue pribadi, pas pertama kali denger lagu ini gue dapet feeling kayak dapet revelation, seolah-olah semua yang udah gue lakuin di hidup gue selama ini itu salah, tapi gue udah mengakui kesalahan gue, dan gue udah menemukan cara untuk hidup kedepannya dengan lebih baik, dan gue gak perlu ragu, karena gue yakin gue bisa melakukannya. Well, mungkin terkesan sedikit lebay, tapi begitulah kurang lebih gimana telinga gue menerjemahkan nada lagu ini ketika gue pertama kali denger beberapa tahun silam. Oh ya, sayangnya feeling tersebut hanya muncul sekali dan cuma bertahan selama lagu itu dimainkan. Contoh lain ada seorang Blogger yang me-review lagu ini dengan nulis "Denger lagu ini rasanya gue bisa ngelakuin apapun, bahkan mendaki gunung Everest sekalipun!". Di situs lain macam Amazon juga banyak review dari orang-orang yang mendapat efek "powerful" dari lagu ini, dan coba tebak, nama orang-orang itu bukan Lincoln.
![]() |
| "Shut up! The song is about me!...Yes, I'm Lincoln from the movie" |
Sumber lainnya buat lagu instrumental itu dari video game, pada video game banyak terdapat lagu-lagu instrumental atau yang sering disebut "BGM" atau "Background Music", mereka lagu-lagu yang biasanya menjadi latar dari sebuah Level/Stage maupun Menu dari permainan tersebut, namun cenderung terabaikan karena player lebih fokus ke permainan. Walaupun kebanyakan BGM game itu simpel, tapi gue lumayan banyak juga menemukan BGM yang bagus dari semua video games yang pernah gue mainin sampe saat ini. Contohnya kalo lo orang Indonesia yang hidup di masa-masa keemasan Playstation 1, pasti tau sama game "Harvest Moon: Back To Nature", salah satu yang paling memorable dari game ini adalah BGM pas di menu awal, tiap denger lagu ini gue langsung keinget akan sapi-sapi gue, juga istri dan anak gue yang terlantar karena gue gak pernah main game ini lagi. I'm sorry, Ann...
Tapi BGM yang paling fenomenal buat gue itu dari MMORPG Seal Online yang pernah gue mainin kurun waktu 2006-2008. Judul BGM itu "Avec Le Temps", yang mengiringi sebuah kota terbesar di dalam game. Sewaktu masih main game-nya, BGM ini hanyalah sekedar lagu biasa. Tapi kalo gue denger lagu itu sekarang, efeknya bakal kayak makna judul lagunya yang dari bahasa Perancis yang kalo diartikan kurang lebih artinya "Waktu". Yep, ketika gue denger lagu itu gue serasa terbang mengarungi waktu ke masa lalu, mengunjungi kota itu, jalan-jalan, berkenalan dengan player lain, ngobrol, dll. Gue langsung ngerasa gamesick. (plesetan dari "homesick")
![]() |
| "Kota itu" |
Oh ya, buat halaman Soundcloud gue bisa klik dimari: soundcloud.com/12th-bridge
Yoi, gue akan mengawali karir musik gue yang baru dengan nama "12th Bridge", gak ada arti khusus, nama itu diambil dari alamat rumah gue di Bekasi, haha. Kalo ditanya kenapa gak pake nama sendiri, yah tadinya "12th Bridge" itu bakal jadi nama side project duet gue sama temen gue, tapi kemudian dia harus kerja di luar kota, jadi yaa daripada akunnya nganggur...
Anyway, terima kasih udah baca dan wish me luck guys :)
P.S: Gue mungkin akan "numpang" nge-post lirik lagu-lagu gue yang ada di Soundcloud di blog ini. Jadi mungkin beberapa post kedepan isinya bakal cuma untaian-kalimat-acak-dalam-bahasa-inggris-yang-gue-sebut-lirik.
Sabtu, 09 Agustus 2014
Running Ovation
![]() |
Rule:
1. Asumsikan pantat kita tetap akan "bertepuk" ketika kita berlari atau berjalan.
2. Semakin cepat kita lari atau semakin kuat jejakan langkah kita ke tanah maka volume suara tepukan akan semakin kencang terdengar.
Hasil imajinasi:
- Bayangin gimana meriahnya pertandingan olahraga yang melibatkan kegiatan berlari buat atletnya. Pertandingan sepak bola di stadion tanpa penonton pun (misal klub lagi kena hukuman) akan tetap terasa meriah berkat suara tepukan penuh semangat yang berasal dari lapangan. Imbas psikologis juga akan terasa bagi atlet yang menganggap semua suara tepukan tersebut berasal dari orang-orang yang mendukung mereka (bukan dari pantat sendiri atau pantat kawan/lawan), efeknya adalah semangat mereka jadi gak habis-habis.
- Dalam lomba lari akan terdapat 2 kategori, yaitu siapa yang paling cepat sampai finish, dan siapa yang menghasilkan suara tepukan paling kuat. Selain Stopwatch, wasit juga akan membutuhkan alat pengukur volume suara yang mungkin ditempelkan di tubuh peserta agar data yang didapat tidak terlalu tercampur dengan suara tepukan lain.
- Seorang peserta pencarian bakat tampil sangat buruk sehingga membuat salah satu juri acara tersebut yang terkenal sarcastic, berdiri dari meja juri dan berjalan pelan menuju pintu keluar dengan diiringi suara tepukan pelan dari mic yang dipasang di bokongnya. Memberikan nilai lebih untuk sebuah aksi sarkasme.
- Seorang host debat capres menjadi terkenal di dunia maya karena berkali-kali mengingatkan penonton untuk tidak pergi dari tempat acara berlangsung.
![]() | ||
| "Tolong semuanya diam duduk di tempat, saya gak mau dengar ada yang tepuk pantat!" |
- Dan ketika rapat penghitungan suara hasil pilpres ada salah satu pihak yang Walk Out, dia WO sembari mengapresiasi kinerja KPU. Or being sarcastic, again.
- Acara lari pagi di jalan umum atau Car Free Day akan terdengar seperti sedang ada karnaval jalanan sedang berlangsung.
- Seorang maling yang ketahuan lalu melarikan diri sambil dikejar-kejar warga akan kesulitan menghilangkan jejak karena warga bisa "mendengar" ke arah mana si maling lari.
- Ketika lo gak sengaja melakukan hal yang keren, misalnya terpeleset kulit pisang lalu salto di udara 5 kali baru kemudian mendarat tepat di atas kedua kaki tanpa terjatuh, namun sayang gak ada orang lain yang liat betapa kerennya diri lo saat itu. Tapi ketika lo mulai berjalan lagi dan denger suara tepukan, lo merasa keren lagi.
- Bayangin saat ini sedang tengah malam dan lo sendirian di rumah lo yang bertingkat, lagi sunyi-sunyi baca blog ini tiba-tiba lo denger suara tepukan dari arah tangga. Suara tepukan itu makin lama makin kencang seiring logika lo mengingatkan kalo di rumah itu cuma ada lo seorang diri. Tapi lo berhasil mengendalikan pikiran negatif dan memberanikan diri untuk mengecek ke tangga, hanya untuk menemukan sesosok makhluk berbentuk guling sedang berusaha menaiki tangga dengan melompat-lompat. Sebelum otak lo berhasil mencerna keadaan, tatapan lo dan si guling pun bertemu, wajahnya yang hitam, rusak, dan kasar terpatri tajam di ingatan lo akan malam itu, sesudahnya yang lo ingat hanya kegelapan dan suara tepukan panik seiring lo ngibrit balik ke kemar lo. (Makhluk halus juga punya pantat 'kan? Walaupun pantat mereka belum tentu halus)
![]() |
| Makhluk Berbentuk Guling (Buat ngilangin kesan horror) |
Sebagai penutup, gue menciptakan game tantangan seru soal pantat-horizontal ini. Game tantangan ini aman dimainkan buat umur 1-90 tahun. (Syarat & ketentuan berlaku)
Syarat buat main:
1. Bisa ngomong
2. Kurang kerjaan
Cara mainnya:
1. Katakan "pantat-horizontal" dengan sangat cepat sebanyak 10x
2. Pergi ke jalan umum terdekat, lalu lakukan no.1 ke orang lewat yang gak lo kenal tanpa aba-aba apapun sebelumnya.
3. Perhatikan ekspresi orang tersebut.
4. Kalo lo dikira orang gila, itu tandanya lo menang! Yeay!
Anyway, kayaknya cukup sekian dari gue soal pantat-perpantatan ini, see you in next post :)
P.S: Gue masih di stuck di step 1, baru bisa ngucapin dengan cepet dan bener sampe 5x doang :(
![]() |
| Lo udah bisa berapa kali? |
Langganan:
Postingan (Atom)








